Ramalan JayaBaya tentang "NOTONOGORO" Terungkap

Mitos "NOTONEGORO" Apa Artinya?

Rame-rame pemilu 2009 yg lalu, mengingatkan saya akan hobby orang Jawa untuk meramal dan meng-otak-atik (gathuk) tentang orang yg akan jadi pemimpin masa depan. 

Ramalan yang paling “shahih” untuk meramal apa yang bakal terjadi di masa mendatang adalah ramalan Jayabaya, seorang Raja Kediri di masa lampau.

Konon dalam ramalan itu disebutkan bahwa Pemimpin Nusantara (Indonesia) yang akan membawa /mengantarkan ke masyarakat yang adil dan makmur adalah yang namanya mengandung ejaan dari kata Noto Negoro (mengatur/menata Negara).

Nah ini adalah hasil otak-atiknya:

NO = Soekarno (sip, ramalan terbukti)

TO = Soeharto (ramalan terbukti lagi. Dia memang membawa kemakmuran di negeri ini, bukan begitu?  )

NE = Ini nih mulai aneh, karena presiden ketiga adalah Habibie yang nggak punya huruf “NE” di namanya. Tunggu, oh, ternyata nama lengkap Habibie adalah BaharudiN Jusuf HabibiE. Tuh kan ada huruf “N” and “E”-nya. Memang maksa!

GO = tentu saja ini MEGOWATI. Lho kok MEGO? Iya, di Jawa mega memang diucapkan dan ditulis dengan ejaan seperti itu, MEGO.

Tunggu, Gus Dur-nya ngilang ke mana nih? Urutannya kan harusnya Gus Dur dulu? Kok langsung Mega? Nah, begitulah! Karena Gus Dur melompati urutan yang seharusnya, jadilah ia terdepak! Walau sebetulnya bisa juga sih kalau mau direka-reka GO= GOS DOR. Kan orang Jawa melafalkan ’u’ dengan ’uo’. Tapi entar Mega ditaruh mana? Pusing kan?

RO = Ini nih yang sulit. Pas kampanye tahun 2004 (bahkan tahun 99) yang diharapkan mengisi huruf RO ini adalah Amin ROis. Jangan lupa menurut bahasa aslinya (Arab) rais dilafalkan dengan ‘rois’. Tetap klop kan?

Tapi ternyata sekarang ketahuan kalau ternyata presiden selanjutnya adalah Susilo Bambang Yudhono. Namanya bahkan tidak mengandung huruf ”R”. Sudah deh, kehabisan jalan buat ngotak-atik! Tunggu, yang hobi berkelit masih bisa bilang, ”Ya, pantaslah negara ini kacau balau, wong harusnya yang jadi presiden adalah orang dengan nama yang mengandung ‘RO’.”


Nah dari penjelasan para sesepuh untuk nama Habibie, Gus Dur dan Megawati, Mereka tidak termasuk dalam NOTONOGORO karena periode masa pemerintahan mereka tidak penuh atau bisa dibilang saling menggantikan satu sama lain. + Habibie (1th), Gus Dur (1th), Megawati (3th) (sekitar sgitu y gan)

dan kata Negoro dalam ejaan huruf Jawa di baca Nogoro

artinya sudah tepat sesuai ramalan Jayabaya yaitu Sukarno, Suharto, Yudhoyono

dalam Mitos lain katanya yg berawalan "Su/Soe" maka kekuasaannya akan lama dan banyak masalah juga terbukti...
(Soekarno), (Soeharto), (Soesilo).

sekarang tinggal memprediksi pemimpin masa depan setelah SBY..siapakah orangnya???

ejaan yang tersisa dari sandi NOTONOGORO adalah GO dan RO

kata GORO sendiri dalam bahasa Jawa artinya Rusuh atau banyak yg bikin onar dan gara-gara....

setelah memperhatikan kondisi negara akhir2 ini dan nama2 tokoh yang banyak beredar..maka saya memiliki prediksi bahwa dua tokoh tersisa itu adalah berikut ini..


Spoiler for penting

ramalan Jayabaya = NO-TO-NO-GO-RO 

NO = Soekarno--

TO = Soeharto--

NO = Yudhoyono-- 

GO = AngGodo--

RO = AnggoRo--





amit2..jangan sampe deh gan...





9 Komentar:

  1. Pemimpin yang sudah ada dan sudah terjadi itu hanya sekedar pemimpin sandiwara belaka belum jadi pemimpin yang manusia sejati dan sejatinya manusia karena belum melewati dan menyelesaikan NOTONOGORO yang artinya Pemimpin yang harus sanggup dan bisa menata = Noto naga = nogo yang sudah berabad - abad bertindak sebagai raja = ROJO . pemimpin yang sudah ada dan sudah terjadi justru berkolaburasi dengan NOGO = naga demi kekuasaan , kekayaan , ketenaran dan kehormatan diri pribadi , keluaraga dan kelompoknya . Naga = NOGO itu iblis atau setan , jadi bangsa dan negara belum dipimpin oleh manusia yang benar dan adil .trim mohon maaf

    ReplyDelete
  2. Untuk menyambut dan melindungi pemimpin yang ditunggu - tunggu : Ratu adil versi Hindu dan Budha , Juru Selamat versi Nasrani , Imam Mahdi versi Islam dan Satrio Piningit versi Kejawen alam sudah mulai berbuat , walaupun pelan tapi pasti bumi sudah marah jadi ambles , longsor dan gempa, gunung meletus di mana2 , Air sudah marah jadi banjir dan tsunami di mana2, angin sudah marah jadi puting beliung dan badai di mana2 tinggal matahari akan marah jadi badai matahari yang semuanya hanya menghancurkan manusia 2 yang jadi pengkhianat , ingkar , tamak, rakus , bohong dan selalu lupa diri dalam hidupnya . Yang hanya akan menyelematkan pemimpin baru lahir karena dia lemah , miskin , bodoh dan sangat hina hidup diantara kaum yang tamak , rakus , bohong dan lupa diri . Pemimpin yang akan muncul membawa falsafah hidup leluhurnya : kaya tanpa harta , raja tanpa mahkota , panglima tanpa pasukan , bertandang tanpa bawa bala tentara dan kalau menang tidak akan merendahkan dan menghina sama yang kalah karena sangat menghormati dan menghargai nafas setiap insan di muka bumi ini segedar titipan Sang Maha Pencipta . trim Mohon maaf .

    ReplyDelete
  3. @Jagad:
    Bener Itu...!!
    Aku Setuju Pendapat MU

    ReplyDelete
  4. Gambarnya bagus .... Artikelnya lebih bagus ..
    Aku suka opini anda .... Mantafff

    ReplyDelete
  5. setuju... banget for artikel

    ReplyDelete